HeadlineHukum

Kanwil Kemenag Sumbar Benahi Pelaporan Kinerja 160 Madrasah Jelang Triwulan II

SUMBAR.PUSARAN.ONLINE-Masuki Pelaporan Triwulan II, Kanwil Kemenag Sumbar Benahi Kinerja Pelaporan 160 Madrasah
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat mulai melakukan pembenahan laporan kinerja madrasah setelah menemukan masih tingginya angka ketidaksesuaian data pada laporan kinerja Triwulan I Tahun 2026.

Mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1807 Tahun 2025 tentang Pedoman Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja, dan Penilaian Kinerja Organisasi, Kanwil Kemenag Sumbar menggelar evaluasi laporan kinerja madrasah secara daring, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan dipimpin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, Mustafa, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Edison. Turut hadir Tim Kerja Kesiswaan, Tim Kerja Organisasi dan Tata Laksana (Ortala), serta Tim Kerja Data dan Informasi. Dari sisi madrasah, kegiatan diikuti kepala madrasah, operator SIPKA, dan penyusun laporan kinerja dari 112 Madrasah Tsanawiyah dan 48 Madrasah Aliyah se-Sumatera Barat.
Evaluasi ini dilakukan menjelang penyusunan laporan kinerja Triwulan II. Sesuai ketentuan, setiap satuan kerja madrasah wajib menyampaikan rekapitulasi Laporan Kinerja melalui aplikasi SIPKA paling lambat tanggal 11 pada awal setiap triwulan.
Dalam paparannya, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumbar, Edison, menyampaikan hasil evaluasi Triwulan I menunjukkan masih banyak laporan yang perlu diperbaiki.
Dari hasil penilaian yang dilakukan, tercatat 32 madrasah masuk kategori sangat baik, 13 madrasah kategori baik, dan 5 madrasah kategori cukup. Sementara itu, sejumlah madrasah lainnya masih memperoleh nilai kurang, bahkan ditemukan 56 madrasah dengan data yang dinilai anomali.
“Kita juga menemukan masih ada madrasah yang belum menyampaikan laporan. Beberapa Madrasah Tsanawiyah bahkan belum melakukan submit laporan kinerjanya,” jelas Edison.
Temuan tersebut menjadi perhatian Kanwil Kemenag Sumbar karena laporan kinerja menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur capaian program dan pelaksanaan tugas di setiap satuan kerja.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, menegaskan bahwa laporan kinerja Triwulan II harus menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya. Menurutnya, evaluasi yang dilakukan bukan untuk mencari kesalahan, melainkan mencegah kekeliruan yang sama terulang pada periode berikutnya.
“Laporan kinerja Triwulan II harus lebih baik dari Triwulan I. Kegiatan ini kita laksanakan agar kesalahan yang sama tidak terjadi lagi,” ujar Mustafa.
Ia menyoroti tingginya persentase data anomali yang masih ditemukan dalam pelaporan. Karena itu, Mustafa meminta seluruh madrasah lebih serius memperhatikan ketertiban administrasi, pemanfaatan tanda tangan elektronik, serta kelengkapan bukti dukung atau evidence yang menjadi dasar penilaian kinerja.
Menurutnya, laporan yang baik tidak hanya ditentukan oleh angka capaian, tetapi juga kesesuaian data dan dokumen pendukung yang disampaikan.
Pada sesi pendalaman materi, Ahli Madya Perencana Kanwil Kemenag Sumbar, Mulyono, menjelaskan sejumlah penyebab ketidaktepatan data yang sering ditemukan dalam penyusunan laporan kinerja. Ia menilai sebagian besar masalah muncul karena kurang cermatnya penyusunan data dan belum optimalnya pemahaman terhadap mekanisme pelaporan di SIPKA.
Mulyono juga memberikan sejumlah langkah praktis agar laporan kinerja tersusun lebih baik. Salah satunya dengan menyiapkan kertas kerja penyusunan laporan capaian kinerja sejak awal, memastikan sasaran kerja sesuai dengan target yang tercantum dalam perjanjian kinerja, serta menempatkan nilai capaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menegaskan pihak Kanwil Kemenag Sumbar siap memberikan pendampingan dan panduan kepada madrasah yang masih mengalami kendala dalam penyusunan laporan.
“Semakin baik kinerja ASN, semakin baik pula laporan kinerjanya,” kata Mulyono.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyusunan laporan kinerja melalui SIPKA.(***)

Related Posts

1 of 20